Di artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang proses pembuatan tempe. Kali ini saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang kandungan dan manfaat tempe itu sendiri. Tempe sebagai makanan kelas dunia dan sudah diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai makanan yang kaya akan gizi. Wow !!!Berikut penjelasannya :
Pertama, Tempe merupakan hasil olahan kedelai melalui proses fermentasi. Selama
proses fermentasi berlangsung, kedelai akan mengalami perubahan nilai
gizi dan tekstur. Enzim pencernaan pun akan dihasilkan oleh Rhizopus
oligosporus (kapang tempe) selama proses fermentasi berlangsung, itulah
yang membuat tempe lebih nyaman di lambung.
Kedua, Pengolahan kedelai menjadi tempe juga turut menurunkan kadar stakiosa
dan raffinosa, dua zat penyebab perut kembung. Tak hanya itu, tempe juga
memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Dalam 100 gr tempe
terkandung sekitar 20,8 gr protein, sehingga cocok dijadikan menu harian
bagi Anda yang menerapkan diet tinggi protein.
Ketiga, keutamaan tempe yang lain adalah, karbohidrat, protein, dan lemak sehat
yang terkandung di dalamnya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Baik
dikonsumsi oleh anak-anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga
fungsi organ tubuh bagi orang dewasa.
Selain itu, tempe mempunyai beberapa kandungan gizi didalamnya, yaitu tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur
Rhizopus oligosporus. Menurut penelitian terbaru, kandungan gizi tempe
disejajarkan dengan kandungan gizi yang ada pada yogurt. Tempe merupakan
sumber protein nabati. Mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan
zat besi. Kandungan antibiotika dan antioksidan di dalamnya dapat
menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif. Dalam 100 gram
tempe mengandung protein 20,8 gram, lemak 8,8 gram, serat 1,4 gram,
kalsium 155 miligram, fosfor 326 miligram, zat besi 4 miligram, vitamin
B1 0,19 miligram, karoten 34 mikrogram.
Beberapa manfaat tempe bagi kesehatan dan keistimewaan lainnya antara lain :
1. Sumber protein
yang tinggi dengan kandungan sekitar 18 jenis protein dan asam amino
yang mudah dicerna tubuh. Sangat cocok untuk mereka yang menjalani diet
dan weight loss seperti para atlet binaraga dan fitness mania.
2. Menetralkan efek negatif kolesterol jahat karena banyak mengandung lemak tak jenuh majemuk (PUFA), niasin, Omega 3 dan 6 sehingga dapat menurunkan resiko serangan jantung (koroner).
3. Sumber vitamin (terutama vitamin B) yang sangat bermanfaat untuk metabolisme sel darah merah,
kesehatan kulit dan otot (muscle tone), meningkatkan kekebalan dan fungsi sistem syaraf, meningkatkan hormon pertumbuhan, dan mencegah anemia serta kanker pankeras.
kesehatan kulit dan otot (muscle tone), meningkatkan kekebalan dan fungsi sistem syaraf, meningkatkan hormon pertumbuhan, dan mencegah anemia serta kanker pankeras.
4. Sebagai penangkal radikal bebas mencegah berbagai penyakit degeneratif
(aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan
lain-lain) dan berbagai jenis kanker (pankreas, prostat dan payudara)
sekaligus mencegah penuaan dini karena mengandung antioksidan kuat (3
jenis isoflavon).
5. Mencegah anemia karena kandungan berbagai mineral yang tinggi dan mudah diserap darah sekaligus mencegah osteoporosis.
6. Sebagai zat antibiotik dan antibakteri pencegah infeksi bakteri E. coli penyebab diare dan kolera.
7. Mengandung serat tinggi sehingga berfungsi mengendalikan kadar gula darah sehingga cocok bagi penderita diabetes.
8. Sebagai zat penawar antidotum atau anti keracunan logam berat (sianida) karena mengandung ion-ion positif seperti halnya pada putih telur dan susu.
9. Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
10. Mencegah tibulnya gejala flatulensi (kembung perut) karena mampu menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa.
11. Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
5. Mencegah anemia karena kandungan berbagai mineral yang tinggi dan mudah diserap darah sekaligus mencegah osteoporosis.
6. Sebagai zat antibiotik dan antibakteri pencegah infeksi bakteri E. coli penyebab diare dan kolera.
7. Mengandung serat tinggi sehingga berfungsi mengendalikan kadar gula darah sehingga cocok bagi penderita diabetes.
8. Sebagai zat penawar antidotum atau anti keracunan logam berat (sianida) karena mengandung ion-ion positif seperti halnya pada putih telur dan susu.
9. Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
10. Mencegah tibulnya gejala flatulensi (kembung perut) karena mampu menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa.
11. Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
menarik sekali infonya .
BalasHapusTentunya.. kan kita juga harus tau apa aja manfaat dari makanan yang sering kita makan sehari-hari, salah satunya ya tempe ini.
Hapusterimakasih udah mampir sist...
suka banget buat makan tempe
BalasHapusunited tractors indonesia