Kamis, 14 Januari 2016

Panduan Penulisan Daftar Pustaka

Edit Posted by with 5 comments
Dalam membuat suatu karya ilmiah, tentunya kita pasti memerlukan yang namanya daftar pustaka. Berikut ini beberapa panduan penulisan daftar pustaka yang saya dapatkan saat saya mengikuti mata kuliah Pengembangan Karya Ilmiah semester lalu. 
Beberapa ketentuan dalam penulisan daftar pustaka terutama untuk penulisan manuskrip e-jurnal:
  1. Rujukan  yang  dicantumkan  dalam  daftar  pustaka  hanyalah  rujukan  yang  benar-benar dikutip dalam manuskrip. Dalam pencantuman daftar pustaka, daftar pustaka tersebut harus benar-benar ada di dalam karya tulis kita, jangan kita hanya mengutip daftar pustakanya namun dalam karya ilmiah kita tidak ada kontennya.
  2. Untuk  artikel  hasil  penelitian,  daftar  pustaka  dirujuk  dari  sekitar  10-15  artikel jurnal  ilmiah,  sedangkan  artikel  non  penelitian  sekurang-kurangnya  telah merujuk 15 artikel ilmiah.
  3. Kemutakhiran  jurnal  ilmiah  yang  dirujuk  harus  diperhatikan,  sekurang-kurangnya merupakan hasil publikasi yang relevan dalam 10 tahun terakhir. 
  4. Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad nama penulis.
  5. Ketentuan  nama  penulis:  nama  yang  ditampilkan  adalah  nama  akhir  (nama  keluarga) penulis diikuti dengan singkatan nama awal (dan tengah jika ada). Jika penulisnya lebih dari satu orang, maka cara penulisannya sama.
  6. Penulisan judul rujukan diawali dengan huruf kapital hanya pada awal kalimat.
  7. Setiap  penulisan  nama,  tahun,  judul  artikel  dan  seterusnya  diakhiri  dengan  titik (.) sebelum dilanjutkan kata berikutnya. Khusus penulisan volume (nomor) jurnal diberi tanda titik dua (:) tanpa jarak spasi. Contoh-contoh penulisan dapat dilihat pada penjelasan setiap jenis pustaka yang layak dirujuk. 
Berikut ini ketentuan penulisan daftar pustaka berdasarkan jenis rujukan :
  1.  Apabila  sumber  pustaka  berupa  artikel  dalam  jurnal  ilmiah,  ditulis  mengikuti urutan:  Nama  penulis.  Tahun.  Judul  artikel.  Nama  jurnal.  Volume(nomor): halaman (Nama jurnal diketik miring). 
    Contoh:
    Rahmathulla,  V.K.,  Das  P.,  Ramesh,  M.  &  Rajan,  R.K.  2007.  Growth  rate pattern  and  economic  traits  of  silkworm  Bombyx  mori,  L  under  the influence  of  folic  acid  administration.  J.  Appl.  Sci.  Environ.  Manage.  11(4): 81-84.
    Wiryawan,  K.G.,  Luvianti,  S.,  Hermana,  W,  &  Suharti,  S.    2007.    Peningkatan performa ayam  broiler  dengan  suplementasi  daun  salam  (Syzygium polyantum) sebagai antibakteri Escherichia coli. J.  Media Peternakan. 30(1): 55-62.
  2. Apabila  sumber  pustaka  berupa  buku  teks,  ditulis  mengikuti  urutan:  Nama penulis.  Tahun.  Judul  buku.  Volume  (jika  ada).  Edisi  (jika  ada).  Kota  penerbit: Nama penerbit (Judul buku dicetak miring). 
    Contoh: 
    Arikunto,  S.  2002.  Prosedur  penelitian  suatu  pendekatan  praktek.  Jakarta:  Rineka Cipta.
    Sangat,  H.M.,  Zuhud,  E.A.M.  &  Damayanti,  E.K.  2000.  Kamus  penyakit  dan tumbuhan obat (Etnofitomedika). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  3. Apabila  sumber  pustaka  berupa  buku  terjemahan  ditulis  mengikuti  urutan: Nama  penulis  asli.  Tahun  buku  terjemahan.  Judul  buku  terjemahan.  Volume (jika  ada).  Edisi  (jika  ada).  Terjemahan.  Kota  penerbit:  Nama  penerbit  (Judul buku dicetak miring).
    Contoh:
    Robinson,  T.  1995.  Kandungan  organik  tumbuhan  tinggi.  Edisi  6.  Terjemahan  K. Padmawinata. Bandung: ITB Press.
    Steel, R.G.D. & Torrie, J.H. 1991. Prinsip dan prosedur statistika. Suatu pendekatan biometrik. Terjemahan  B.  Sumantri.  Jakarta:  PT.  Gramedia  Pustaka Utama.
  4. Apabila  sumber  pustaka  berupa  artikel  dalam  buku  kumpulan  artikel  ditulis mengikuti  urutan:  Nama  penulis  artikel.  Tahun.  Judul  artikel.  Judul  buku. Volume  (jika  ada).  Edisi  (jika  ada).  Kota   penerbit:  Nama  penerbit  (Judul  buku  dicetak  miring).
    Contoh:
    Ancok,  D.  1999.  Validitas  dan  reliabilitas  instrumen  penelitian.  Metode  penelitian survey . Jakarta: LP3ES.
    Linz,  J  &  Stephan,  A.  2001.  Some  thought  on  decentralization,  devolution  and  the many  varieties  of  federal  arrangements.  Crafting  Indonesian  Democracy. Bandung: Penerbit Mizan.
  5. Apabila sumber pustaka berupa artikel dalam prosiding ditulis mengikuti urutan: Nama  penulis.  Tahun.  Judul  naskah  seminar.  Judul  prosiding  tempat penyelenggaraan seminar. Waktu penyelenggaraan (Judul artikel dicetak miring).
    Contoh:
    Rahayu,  E.S.  2001.  Potensi  alelopati  lima  kultivar  padi  terhadap  gulma  pesaingnya. Prosiding  Konferensi  Nasional  XV  Himpunan  Ilmu  Gulma  Indonesia (Buku 1).  Surakarta 17-19 Juli 2001.
  6. Apabila sumber pustaka berupa  karya ilmiah yang tidak dipublikasikan  (misal: skripsi,  tesis,  disertasi  dan  laporan  penelitian),  ditulis  mengikuti  urutan:  Nama penulis.  Tahun.  Judul  laporan  penelitian.  Nama  proyek  penelitian.  Kota penerbit: instansi penerbit/lembaga (Judul laporan dicetak miring).
    Contoh:
    Kasip,  L.M.  2000.  Pembentukan  galur  baru  ulat  sutera  (Bombyx  mori  L)  melalui persilangan  ulat  sutera  bivoltine  dan  polyvoltine.  Disertasi.  Bogor:  Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
    Aritonang,  M.W.  2004.  Kajian  penyakit  ayam  broiler  pada  kandang  close  house. Skripsi. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor
    Subkhan,  E.  2013.  Jalan  Kultural  Meminimalisasi  Kekerasan  dalam  Pendidikan. Makalah. Semarang: tidak diterbitkan.
  7. Apabila  sumber  pustaka  berupa  artikel  dalam  surat  kabar/majalah  umum, ditulis  mengikuti  urutan:  Nama  penulis.  Tahun.  Judul  artikel.  Nama  surat kabar/majalah. Kota, tanggal terbit dan halaman (Judul artikel dicetak miring). 
    Contoh:
    Syamsuddin, A. 2008.  Penemuan hukum ataukah perilaku  chaos? Kompas. Jakarta. 4 Januari. Hlm. 16
    Kukuh, A. 2008. Obsesi pendidikan gratis di Semarang. Suara Merdeka. Semarang 5 Maret. Hlm. L
  8. Apabila  sumber  pustaka  berupa  artikel  jurnal  online,  ditulis  dengan  urutan: Nama  penulis.  Tahun.  Judul  artikel.  Nama  jurnal.  Volume(nomor):  halaman (Nama jurnal dicetak miring).
    Contoh:
    Ernada, S.E. 2005. Challenges to the modern concept of human rights.  J.  Sosial-Politika. 6(11): 1-12
    Suparta, O., Sudradjat dan Sasmit, T. 2002. Pengaruh perlakuan kepadatan ulat sutera  terhadap  produksi  dan  mutu  kokon  di  Tabing,  Kabupaten  Solok Sumatera Barat. Buletin Penelitian dan Kehutanan. 18(1): 70-81
  9. Apabila  sumber  pustaka  berupa  artikel  online  (internet)  tanpa  tempat  terbit  dan penerbit,  ditulis  mengikuti  urutan:  nama  penulis.  Tahun  unggah.  Judul  artikel. Diunduh  dari  alamat  website  tersebut  tanggal  bulan  dan  tahun  (Judul  artikel dicetak miring). 
    Contoh: 
    Rusdiyanto, E. 2001. Peranan tanaman dalam mengurangi Pb dari emisi gas buang kendaraan bermotor di Jakarta. Diunduh di http://www.ut.ac.id/olsupp/FMIPA/LING1112/Peranan-tan-htm
    tanggal 2 Juli 2002
    Levy,  M.  2000.  Environmental  scarcity  and  violent  conflict:  a  debate.    Diunduh  di http://wwics.si.edu/organiza/affil/WWICS/PROGRAMS/DIS/ECS/report2/debate.htm tanggal 4 Juli 2002
  10. Apabila  sumber  pustaka  berupa  undang-undang,  peraturan  pemerintah,  dan lainnya,  cukup  ditulis  dengan  urutan:  Republik  Indonesia.  Tahun  disahkan. Identitas  peraturan  perundang-undangan  tersebut.  Jakarta.  (Judul  artikel  dicetak miring). 
    Contoh: 
    Republik  Indonesia.  2003.  Undang-Undang  No.  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta. 
    Republik Indonesia. 2005. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta.
Demikian panduan penulisan daftar pustaka dari saya. Semoga bermanfaat :)

5 komentar: